05 Oktober 2025

WAAAW !! WARGA GUYUB PATUNGAN DANSOS (Dana Sosial) Kematian.

Bekasi, Pers KPK Tipikor || Warga masyarakat Kampung Pulo Bambu tua Rt 07/04 Desa Karang sentosa Kecamatan Karang bahagia, guyub patungan DANSOS (Dana Sosial) Kematian, praktik gotong royong ini untuk meringankan beban finansial keluarga yang sedang berduka, di mana iuran anggota digunakan untuk memberikan bantuan santunan dan layanan pemakaman. 

Program yang diinisiasi oleh Bahrudin (sebagai Ketua Paguyuban) dan Abidin (Bendahara) untuk mengumpulkan iuran dari Anggota yaitu warga masyarakat RT 07/04 dan memberikannya sebagai manfaat kepada warga yang berduka (ahli waris). Minggu 5/10/25.

Tujuan dari DANSOS (Dana Sosial) adalah untuk saling membantu dan menunjukkan kepedulian antarwarga, serta memberikan perlindungan finansial bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarganya yang meninggal, terutama di tengah biaya pemakaman yang mahal. 

Menurut Bahrudin, Paguyuban Dana Sosial sebuah paguyuban yang menghimpun dana dari masyarakat untuk berbagai keperluan, lampu penerangan, cctv, tempat ibadah seperti mushola termasuk memberikan bantuan uang untuk kematian. 

Anggota biasanya membayar iuran 2 (Dua) minggu sekali sebesar Rp.5000 (Lima ribu rupiah) secara rutin, Iuran ini dirancang agar terjangkau bagi warga masyarakat Kampung Pulo bambu tua dan sudah berjalan dari tahun 2023 sampai sekarang. 

Abidin sebagai bendahara juga menjelaskan kepada Tim Investigasi Pers KPK Tipikor bahwa Dana yang terkumpul digunakan untuk memberikan santunan atau bantuan keuangan kepada setiap keluarga yang berduka sebesar Rp.750.000 (Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) dan setelah dilakukan hasil musyawarah menjadi Rp.1.500.000,- ( Satu juta lima ratus ribu rupiah) dan Saldo yang tersisa saat ini Rp 21.000.000,- (Dua puluh satu juta rupiah).

Kegiatan ini tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga bertujuan untuk mempererat kerukunan antarwarga dan membangun rasa kebersamaan. Warga yang meninggal akan mendapatkan bantuan dalam proses pemakaman, mulai dari pembersihan lokasi hingga urusan pemakaman itu sendiri, sebagaimana yang dilakukan secara gotong royong di beberapa desa. Pungkasnya.

Tim Investigasi : Ahmad Surachman

Editor : Sadewa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar